Wisata Bogor: Sejarah Panjang di Balik Indahnya Kebun Raya Bogor

Penulis:
Kamis , 23:09 WIB
Wisata Bogor: Sejarah Panjang di Balik Indahnya Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor / Buitenzorg

Kebun Raya Bogor - Bisa di bilang Kebun Raya bogor merupakan tempat aneka ragam wisata yang berada di dalam satu kawasan. Mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata edukasi, wisata olahraga dan sebagainya.

Sekilas Sejarah Kebun Raya Bogor

Ketika Belanda mengalami kelesuan dalam peperangan di Eropa, maka di utuslah oleh Kerajaan Belanda beberapa orang pakar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan ke Indonesia. Mereka adalah Baron van der Capellen, Cornelis Theodorus Elout, dan Prof. Caspar George Carl Reinwardt. Setibanya di Indonesia, Prof. Reinwardt langsung memulai risetnya mempelajari jenis tanaman obat. Kemudian tanaman ini di kumpulkan di sebuah kebun botani yang letaknya di area halaman Istana Bogor pada saat itu.

Saat itu Istana Bogor didiami oleh Thomas Stamford Raffles dan istrinya Olivia Mariamne Raffles, yang merupakan Letnan dan Gubernur Inggris saat masa tansisi Pemerintah Inggris kepada Kerajaan Belanda di tahun 1811 hingga 1816. Akhirnya halaman istana di ubah menjadi taman bergaya Inggris klasik oleh Raffles dengan bantuan ahli botani William Kent. Itulah awal mula bentuk Kebun Raya Bogor yang terlihat seperti sekarang ini.

Pada tanggal 18 mei 1817 Baron van der Capellen mendirikan Buitenzorg di Kota Bogor atas gagasan dari Reinwardt sebelumnya di tanggal 15 April 1817. ‘s Lands Plantentiun te Buitenzorg  atau Buitenzorg ini adalah yang kita kenal dengan Kebun Raya Bogor, yang memiliki arti "tidak perlu khawatir". Pelaksanaan pendirian Kebun Raya Bogor ini di pimpin oleh Prof. Reindwardt, dibantu oleh W.Kent dan James Hooper.

Prof. Reindwardt mengarahkan proyek ini dari tahun 1817 hingga 1822, dalam waktu 5 tahun ia mengumpulkan benih dan tanaman dari berbagai kota di nusantara. Dalam waktu singkat Bogor menjadi pusat pengembangan hortikultura dan pertanian di Indonesia. Diperkirakan pada saat itu terdapat 900 tanaman di kebun tersebut. Prof. Reindwardt juga merupakan perintis di pembuatan herbarium dan di kenal sebagai pendiri Herbarium Bogoriense.

Prof. Reindwardt akhirnya kembali ke Belanda pada tahun 1822 dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume. Kemudian Dr. Carl melakukan inventarisasi tanaman dengan menyusun katalog dan berhasil mencatat 912 jenis tanaman yang ada di kebun ini. Pengembangan kebun sempat mengalami kendala keuangan, namun akhirnya Johannes Elias Teijsmann yang juga pendiri dari Kebun Raya Cibodas merintis kembali pembangunan kebun tersebut pada tahun 1831.

Sekalipun pada awalnya kebun ini untuk percobaan tanaman perkebunan yang akan di perkenalkan ke Hindia Belanda, tapi ternyata kebun ini menjadi cikal bakal perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang botani di Indonesia. Pada saat itu Kebun Raya Bogor menjadi tempat bagi para ilmuan bidang botani berkumpul dan terorganisir dengan baik pada tahun 1880 sampai 1905.

Pada saat itulah muncul beberapa institusi ilmu pengetahuan lain seperti: Bibliotheca Bogoriensis pada tahun 1842, Herbarium Bogoriense pada tahun 1844, Kebun Raya Cibodas pada tahun 1860, Laboratorium Treub pada  tahun 1884, Museum dan Laboratorium Zoologi pada tahun 1894.

Setelah Indonesia merdeka, ‘s Lands Plantentiun te Buitenzorg berubah nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam pada tahun 1949 yang berfungsi sebagai Lembaga Pusat Penyelidikan Alam atau disingkat LPPA. Untuk yang pertama kalinya pada tahun tersebut LPPA dipimpin dan dikelola oleh orang indonesia yaitu Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. LPPA mempunyai 6 lembaga dibawahnya, diantaranya: Hortus Botanicus Bogoriensis, Bibliotheca Bogoriensis, Treub Laboratorium, Herbarium Bogoriensis, Laboratorium Penyelidikan Laut, dan Museum Zoologicum Bogoriensis.

Beberapa cabang Kebun Raya lainnya yang terdapat di Indonesia yang dibangun oleh Kebun Raya Bogor adalah:

1. Kebun Raya Cibodas

2. Kebun Raya Purwodadi

3. Kebun Raya Eka Karya Bali

Tempat Menarik Kebun Raya Bogor:

1. Griya Anggrek

2. Museum Zoologi

3. Makam Belanda

4. Tugu Raffles

5. Tugu Reinwardt

6. Kolam Gunting

7. Taman Kebun Raya Bogor

Penyewaan Area Lapangan Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor menyediakan fasilitas lapangan untuk kegiatan outing, outbound, resepsi pernikahan, family gathering, dan sebagainya. Lapangan yang tersedia antara lain:

1. Lapangan Astrid

Lapangan yang berada di sekitar Grand Garden Cafe ini memiliki luas kurang lebih 1 hektar dan biasa di gunakan untuk acara besar, lapangan ini dihiasi dengan kolam bunga teratai raksasa dan semburan air mancur serta rumput hijau yang terawat.

2. Lapangan Nusa Indah

Lapangan yang letaknya di depan gedung treub laboratorium ini memiliki luas sekitar 500 sampai 700 meter, lapangan ini tidak terlalu jauh dari pintu masuk utama Kebun Raya Bogor.

Garden Shop Kebun Raya Bogor

Tempat yang letaknya dekat dengan pintu masuk utama Kebun Raya Bogor ini menjual berbagai macam bibit tanaman hias, anggrek botolan, tanaman langka, kompos, buku-buku ilmu pengetahuan, dan macam-macam souvenir lainnya.

Koleksi Anggrek Kebun Raya Bogor

- Anggrek Bulan

- Anggrek Kupu-kupu

- Anggrek Lebah

- Anggrek Bulan Ambon

- Anggrek Bulan Sulawesi

- Anggrek Bulan Lereng

- Anggrek Tanduk Rusa

- Anggrek Bulan berumbai-rumbai

- Anggrek Bulan raksaksa 

- Anggrek Kuping Gajah

- Anggrek Bulan Jawa

- Anggrek Bulan Mungil

- Anggrek Bulan Sumatra

- Anggrek Bulan Coklat

- Anggrek Zebra

- Anggrek Ungu

- Anggrek Kelip

- Anggrek Mutiara

- Anggrek Ekor Tikus

- Anggrek Macan

- Anggrek Raksasa

- Anggrek Sendu

- Anggrek Hitam

- Anggrek Tebu

- Anggrek Tien Soeharto

- Anggrek Ajag

- Anggrek Nyenyerean (Sunda)

Koleksi Tanaman Lainnya di Kebun Raya Bogor:

- Koleksi Tanaman Merambat

- Koleksi Tanaman Buah

- Koleksi Tanaman Air

- Koleksi Tanaman obat

- Koleksi Tanaman Palem

Mobil Wisata dan Sepeda untuk Berkeliling Kebun Raya Bogor

Pengunjung dapat menggunakan mobil keliling sebagai kendaraan wisata yang ada di Kebun Raya Bogor dengan kapasitas 5-7 tempat duduk, tarif untuk mobil wisata ini Rp. 15.000 untuk dewasa dan Rp. 10.000 untuk anak-anak usia 3 sampai 5 tahun. Tersedia pula sepeda bagi pengunjung yang ingin lebih santai menikmati pemandangan sekitar, kelebihan dari menggunakan sepeda, pengunjung dapat melalui jalan yang tidak dilalui mobil wisata.

Tiket Masuk Kebun Raya Bogor

- Tiket Masuk Rp. 15.000 per-orang.

- Tiket Wisatawan Asing Rp. 25.000 per-orang.

- Kendaraan Keliling Roda 4 Rp. 30.000

- Parkir Kendaraan Roda 2 Rp. 5.000

- Tiket Sepeda Keliling Rp. 5.000

* Tiket sudah termasuk Asuransi Jasa Raharja, Distribusi Pemkot, dan Masuk Museum Zoologi. 

* Untuk informasi dan pemesanan fasilitas silahkan hubungi Telp/Fax. (0251)8311362.

Jam Buka Kebun Raya Bogor

- Kebun: 07.30 sampai dengan 17.00 WIB.

- Kantor Layanan Informasi: 08.00 sampai dengan 16.00 WIB

- Perpustakaan: 08.00 sampai dengan 15.30 WIB

- Herbarium: 08.00 sampai dengan 15.00 WIB

- Rumah Kaca Anggrek: 08.00 sampai dengan 15.30 WIB

- Toko tanaman dan Cinderamata: 08.00 sampai dengan 15.30 WIB

- Cafe Dedaunan: 08.00 sampai dengan 21.00 WIB

- Museum Zoologi: 08.00 sampai dengan 16.00 WIB

Lokasi Pintu Masuk Kebun Raya Bogor

Untuk pengunjung Kebun Raya Bogor yang menggunakan kendaraan pribadi dan umum silahkan melalui akses pintu ini:

1. Pintu utama depan Pasar Bogor

2. Pintu 2 di Jl. Ir. H. Juanda disamping Kantor Pos

3. Pintu 3 di Pertigaan Jalan Padjajaran atau Jalan Jalak Harupat

4. Pintu 4 di Jalan Padjajaran sebrang kampus IPB

Navigasi Google Maps

Artikel Tag: kebun raya bogor, bogor botanical garden, butenzorg, bogor, jawa barat

     
2943