Wisata Bandung: Teropong Bintang Bosscha Observatory Lembang Jawa Barat

Penulis:
Sabtu , 14:32 WIB
Wisata Bandung: Teropong Bintang Bosscha Observatory Lembang Jawa Barat
Teropong Bintang Bosscha Observatory Lembang Jawa Barat

Mencari Tempat Wisata Di Lembang Bandung yang bisa memberikan hiburan sekaligus nilai tambah pendidikan yang baru dan bernilai bagi anak-anak? Teropong Bintang Bosscha di Lembang Bandung bisa menjadi salah satu jawabannya.

Mengamati dan mencermati indahnya bintang-bintang di angkasa pastinya akan menambah kegiatan wisata semakin seru dan mengesankan bagi anak-anak.

Kegiatan wisata ini memberikan pengalaman unik dan menarik terhadap anak untuk melihat secara langsung pemandangan bintang-bintang di langit yang menakjubkan. Matahari, bulan dan benda-benda yang ada di langit angkasa dapat di lihat melalui Teropong Bintang Bosscha .

Tentunya kegiatan wisata pendidikan di Bandung ini sangat tepat untuk menjawab rasa penasaran dan ingin tahu anak tentang apa yang ada di langit sana yang biasanya dimiliki oleh seorang anak.

Observatorium Bosscha di Bandung merupakan salah satu tempat untuk melihat dan melakukan penelitian bintang-bintang di luar angkasa yang tertua di Indonesia. Teropong Bintang Bosscha yang berlokasi di kawasan wisata Lembang Bandung Jawa Barat ini terletak sekitar 15 Km di bagian Barat kota Bandung.

Areanya sangat luas, hingga mencapai 6 hektar, dengan ketinggian berada di 1.300 meter di atas permukaan air laut, atau berada pada ketinggian 630 meter dari dataran tinggi pegunungan Bandung. Sehingga sangat tepat apabila tempat wisata di bandung ini sebagai arena wisata pendidikan dan sejarah, dan juga sangat baik sebagai lokasi liburan keluarga karena udara yang sejuk dan keindahan alam di sekitarnya.

Sejarah Teropong Bintang Bosscha

Teropong Bintang Bosscha atau Observatorium Bosscha dulunya bernama Bosscha Sterrenwacht, di rencanakan pertama kali sebagai proyek mega penting pada masanya.

Nederlandsch Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda, dengan peletakan batu pertama di tahun 1923 dan selesai di tahun 1928.

Pembangunan Teropong Bintang Bosscha di Lembang Bandung bukan tanpa alasan atau hanya proyek mercusuar semata dari segelintir golongan kaya bangsa belanda seperti yang terjadi dengan kontroversi tentang Misteri Villa issola. Observatorium Bosscha dibangun dengan tujuan penting dari para ahli astronomi pada abad ke-20, dimana mereka menyadari bahwa gugusan bintang-bintang di angkasa itu ternyata membentuk sebuah sitem galaksi yang satu sama lainnya saling terikat.

Berbekal keingintahuan memahami struktur jaringan galaksi yang sangat luas tersebut, maka mereka berfikir tak hanya cukup bisa meneliti jika teleskop besar hanya berpusat di belahan bumi bagian utara saja, seperti Eropa dan Amerika.

Karel Albert Rudolf Bosscha adalah seorang pengusaha kaya sebagai penyandang dana utama proyek pembangunan Observatorium ini, dengan di bantu Rudolf Albert Kerkhoven serta astronom kenamaan belanda kelahiran Madiun Jawa timur Joan George Erardus Gijsbertus Voûte, sehingga pusat penelitian benda langit di Lembang Bandung ini diberi nama Bosscha.

Menelan dana anggaran pembangunan hingga 1 juta Gulden atau 1/6 dari dana anggaran pembangunan gedung besejarah di Bandung lainnya yaitu Gedung Sate yang fenomenal.

Observatorium Bosscha tepat pada tanggal 17 oktober 1951 diserahterimakan kepemilikannya kepada Pemerintah RI. Yang semula dikelola oleh Perhimpunan Bintang Hindia Belanda ( NISV ).

Setelah 8 tahun kemudian salah satu Tempat Wisata Sejarah kota Bandung tersebut diserahkan pengelolaanya kepada perguruan tinggi ITB, dan sejak saat itulah Teropong Bintang Bosscha menjadi satu-satunya pusat lembaga penelitian dan pelatihan Astronomi Indonesia.

Fasilitas Teleskop di Teropong Bintang Bosscha



Sebagai pusat observasi terbesar di masanya, observatorium atau Teropong Bintang Bosscha memiliki fasilitas atau peralatan penelitian berupa teleskop sebanyak 5 jenis. Dari masing-masing teleskop memiliki kemampuan atau spesifikasi tertentu untuk alat penerawangan benda-benda di luar angkasa.

Seperti apa ke-5 jenis teleskop besar yang ada di pusat obervasi teropong Bintang Bosscha? berikut ulasan singkatnya:


1. Teleskop Refraktor Ganda Zeiss

Fasilitas Teleskop di Bosscha Bandung ini dipergunakan untuk penelitian astronomi seperti pengamatan astrometri seperti mendapatkan koordinat orbit bintang ganda visual, pergerakan bintang, mengukur jarak bintang, pengamatan terhadap komet dan planet mars, jupiter dan saturnus hingga spektrum bintang.

Dilengkapi dengan 2 teleskop utama yang berdiameter 60 cm dengan panjang hampir 11 meter, dan 1 teleskop pencari yang berdiameter 40 cm.


2. Teleskop Schmidt Bima Sakti

Fasilitas teleskop teropong Bintang Bosscha ini dipergunakan untuk mempelajari struktur galaksi bima sakti, spektrum bintang, pengamatan asteroid, supernova hingga kemampuan untuk mem-foto objek atau benda di langit.

Karena dilengkapi dengan optik Schmidt, maka teropong ini dinamakan Schmidt yang lensanya berdiamter 51 cm, memiliki cermin dengan diameter 71 cm, dengan panjang fokus hingga 127 meter.


3.Teleskop Refraktor Bamberg

Teropong Bintang Bosscha yang memiliki diameter lensa 37 cm dengan panjang fokus 7 meter ini, dipergunakan untuk mengukur terang bintang, menentukan skala jarak bintang, mengukur fotometri gerhana bintang, pengamatan kawah di bulan, pengamatan matahari dan benda-benda luar angkasa lainnya. Lokasinya menempati sebuah gedung beratap model silinder dengan sistem atap yang bisa bergerak dan buka tutup sendiri.


4. Teleskop Cassegrain GOTO

Model teropong Bosscha ini berjenis reflektor Cassegrain dengan diameter cermin utama 45 cm dan panjang fokus sepanjang 1,8 meter, yang merupakan bantuan dari negara Jepang. Fungsi teropong Bintang Bosscha yang satu ini adalah untuk mengukur kuat cahaya bintang serta pengamatan spektrum bintang.


5. Teleskop Refraktor Unitron

Teropong Bintang Bosscha ini sering digunakan untuk pengamatan matahari dan bulan, serta fungsi teropong bintang bosscha bandung ini sering digunakan untuk praktikum mahasiswa ITB bidang astronomi. Dengan teropong refraktor lensa obyektif berdiameter 102 mm dan panjang fokus 1500 mm, maka teleskop ini cukup tangguh dipakai untuk melakukan pengamatan hilal, pengamatan gerhana bulan dan matahari, serta pemotretan bintik matahari juga pengamatan benda-benda angkasa luar lainnya.


6. Teleskop Surya

Teropong Bintang Bosscha yang satu ini, merupakan teleskop pengamatan dan penelitian Matahari yang terdiri dari 3 buah telekop jenis Coronado dengan 3 filter yang berbeda, serta sebuah teleskop proyeksi pencitraan Matahari yang merupakan produk buatan anak bangsa sendiri.


7. Teleskop Radio 2,3 m

Teleskop bintang bosscha ini digunakan untuk mengamati obyek-obyek jauh seperti ekstragalaksi dan kuasar, Obyek eksotik, seperti pulsar. Bekerja pada panjang gelombang 21 cm dengan rentang 1400-1440 Mhz, menjadikan alat ini sangat cocok sebagai alat untuk penelitian matahari.

Harga Tiket Masuk Teropong Bintang Bosscha Terbaru

Untuk harga tiket masuk ke lokasi wisata pendidikan di Bandung Teropong Bintang Bosscha ini, pengunjung bisa membayar tiket masuk secara langsung ( kategori kunjungan pribadi/keluarga ) serta dengan cara harus registrasi terlebih dahulu ( Instansi/sekolah ),  yang ditujukan untuk mengatur jadwal kunjungan di Teropong Bintang Bosscha Bandung ini.

Perlu anda ketahui untuk bisa masuk ke lokasi wisata di lembang bandung ini, pengunjung diatur dengan beberapa sesi Jadwal kunjungan (Penjelasan lengkap tentang Jadwal kunjungan Teropong Bintang Bosscha ada dibawah)


Untuk harga tiket masuk teropong Bintang Bosscha :

Kunjungan Siang dikenakan tarif Rp.15.000/orang

Kunjungan Malam dikenakan tarif Rp.20.000/orang

Jadwal Teropong Bintang Bosscha :

Teropong Bintang Bosscha atau biasa disebut Observatorium Bosscha adalah salah satu fasilitas penting penelitian astronomi milik ITB. Kegiatan utama di pusat Observasi Bosscha ini adalah sebagai tempat penelitian sekaligus pendidikan tentang astronomi. Namun sejalan dengan semboyan Tridharma perguruan tinggi, Pusat Observasi Teropong Bintang Bosscha di Lembang ini juga memiliki program pengabdian dan pelayanan masyarakat untuk tahu dunia seputar astronomi dengan mengenalkan peralatan atau fasilitas yang ada di Bosscha dan cara pemanfaatannya, yang pelaksanaannya telah diatur sedemikian rupa diantaranya adalah kunjungan siang dan kunjungan malam.


1.Kunjungan Siang Teropong Bintang Bosscha

Di sesi kunjungan siang, pengunjung dapat melihat dan mengetahui secara rinci dan detil bagaimana cara kerja teleskop Zeiss (tidak meneropong) dan mendapat informasi seputar dunia astronomi di dalam tempat khsusus berupa ruang multimedia.


2.Kunjungan Malam Teropong Bintang Bosscha

Di sesi kunjungan malam teropong bintang Bosscha ini, jika keadaan langit sedang cerah (tidak mendung/hujan/berkabut), maka pengunjung pun dapat melihat cara kerja teleskop Zeiss (tidak meneropong), serta akan mendapatkan sejumlah informasi seputar astronomi di sebuah ruangan khusus multimedia dan bisa meneropong langsung benda-benda langit dengan teleskop portable dan teleskop Bamberg. Jika cuaca tidak mendukung, acara tetap berjalan tanpa peneropongan.

Sesi kunjungan malam Teropong Bintang Bosscha ini hanya dibuka beberapa malam di musim kemarau (periode April sampai Oktober). Jadwal sesi kunjungan malam ini berlangsung mulai pukul 17.00 - 20.00 wib. 

Wisata Teropong Bintang Bosscha

Teropong Bintang Bosscha yang berlokasi di kawasan wisata daerah Lembang tentunya menjadi salah satu alternatif pilihan berwisata keluarga terbaik, karena observatorium bosscha ini telah ditetapkan sebagai salah satu Tempat Wisata Budaya Bandung oleh pemerintah indonesia dengan dikeluarkannya undang-undang no 2/1992 sebagai Benda Cagar Budaya nasional yang sangat penting untuk dijaga kelestarian dan keamannnya pada tahun 2004.

Observatorium Bosscha di Lembang ini pun berada tak jauh dari pusat wisata lembang yang terkenal dan menarik seperti Dusun Bambu, Kampung Gajah, dan juga tempat wisata kuliner di Bandung daerah Lembang seperti Kampung Daun.

Apabila anda ingin menikmati wisata teropong bintang Bosscha dengan cara asyik dan tentunya murah, maka pastikan terlebih dahulu dengan membuat jadwal atau planning Liburan ke kota Kembang, karena tempat wisata di Bandung yang satu ini, menerapkan aturan kunjungan yang terjadwal, sehingga anda harus benar-benar paham dan mengerti waktu kunjungan yang tepat untuk bisa menikmati fasilitas di Teropong Bintang Bosscha ini.

Tata cara pendaftaran dan pembayaran berwisata di Teropong Bandung Bosscha :

1. Untuk pengunjung keluarga/perorangan

Untuk sesi kunjungan siang ke Bosscha Bandung, pengunjung atau wisatawan dapat langsung datang dan berkunjung di hari Sabtu antara pukul 09.00-13.00 wib. Khusus Untuk sesi kunjungan malam di Bosscha Bandung, pengunjung atau wisatawan harus melakukan reservasi terlebih dahulu via telepon dan pembayaran untuk tiket masuk teropong bintang bosscha dapat dilakukan tunai di tempat (saat datang berkunjung).

2. Untuk pengunjung dari sekolah/lembaga/organisasi

Harap mengirim surat resmi (menggunakan kop surat, tanda tangan dan berstempel) via pos atau faksimil yang ditujukan kepada Kepala Observatorium Bosscha dengan alamat sebagai berikut:

Observatorium Bosscha/FMIPA Institut Teknologi Bandung,Lembang, Bandung 40391 Jawa Barat, Indonesia – No Telp./Fax.: +62-22-2786001

Untuk selengkapnya tentang Program kunjungan siang, kunjungan malam, cara pendaftaran dan pembayaran, jadwal tutup kunjungan, aturan kunjungan dan kontak bagian pendaftaran, silahkan kunjungi situs resmi observatorium bosscha.

Demikian informasi Tempat Wisata Di Bandung yang merupakan benda cagar budaya yang memiliki fungsi sebagai pusat penelitian dan pendidikan Astronomi Teropong Bintang Bosscha.

Salam..

Artikel Tag: bosscha observatory, bosscha, lembang, bandung, teropong bintang

     
833