
Sekilas sajiannya mirip sekali dengan sate, tapi potongan dagingnya itu adalah bakso. Bumbunya pun memakai sambel kacang dan kuahnya terpisah. Di sajikan dengan 1 potong ketupat kecil, dan beberapa potong timun serta ada sambal pedasnya.

Dibakar di atas panggangan yang semula saya fikir memakai arang, ternyata itu api yang berasal dari gas. "Soalnya bakso beda dengan sate, dia bulat dan tebal. Jadi kalo bakarnya memakai arang, akan lama matang ke dalamnya", begitu menurut mas Roy salah satu pelayan yang saya ajak ngobrol mengenai keunikan bakso ini.
"banyak orang yang memakan baksonya di cemplungin ke kuahnya, padahal lebih enak terpisah. makan baksonya dulu baru kuahnya di minum" kata mas Roy menambahkan sambil mengipas-ngipas bakso yang sedang di bakar.
Bakso Bakar yang saya kunjungi ini merupakan cabang dari cibinong, yang letak nya persis di sebelah kiri pintu masuk ke arah PEMDA BOGOR. Papan namanya besar, jadi mudah sekali di temukan.
Harganyapun sesuai dengan rasanya, cukup dengan Rp.10rb anda bisa menikmati keunikan menyantap bakso.