FILM ZOMBIE APOCALYPSE (2011)

REALESE :2011
GENRE : ACTION | HORROR | SCI-FI
STARS :VING RHAMES, TARYN MANNING AND LESLEY-ANN BRANDT

Artikel  /  Kesehatan  /  Makanan

Heboh! Makanan Daur Ulang Hotel
17/09/2008 - 10:02:14

Temuan Dinas Peternakan dan Perikanan Pemerintah Kota Jakarta Barat menyentak publik. Temuan itu, ada orang yang mengolah daging kedaluwarsa sisa hotel dan restoran yang menumpuk di tempat sampah menjadi makanan, kemudian dijual kembali ke rumah makan dan pasar. Menurut pengakuan pelaku, bisnis tersebut sudah berlangsung selama lima tahun.

Jelas sangat menyesakkan berita ini. Tak ada kondisi lebih buruk suatu bangsa dari ketika untuk bertahan rakyatnya telah makan sampah busuk buangan hotel dan restoran yang didaur ulang dicampur bahan berbahaya formalin, zat pewarna kain, dan sejenisnya. Menyedihkan, hal itu telah terjadi selama lima tahun di Ibu Kota negara yang gemerlap kosmopolitannya terus menyedot urbanisasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui gagal mengawasi peredaran daging kedaluwarsa di tengah masyarakat. "Aparat Pemprov kan sedikit di Jakarta yang begitu luas," kata Wakil Gubernur DKI Prijanto. Kepolisian telah menangkap Darno bin Sapariwo, 50 tahun, dia adalah pembeli daging buangan seharga Rp 100 ribu per karung dari pemulung yang mengumpulkan daging dan makanan sisa hotel dan restoran. "Saat kami intai, dia kembali menggoreng daging sisa restoran," kata Kepala Satuan Narkotika Kepolisian Resor Jakarta Barat Komisaris Adex Yudiswan.

Warga Jalan Peternakan I RT 04, RW 07, Kapuk Jagal, Cengkareng, ini selalu mengolah daging sisa itu setelah dipisahkan antara daging baik sapi, ikan, dan ayam. Dipakaikan pewarna tekstil agar warnanya kembali bagus dan diolah kembali sehingga tidak bau. Darno menjual daging olahannya secara eceran di Pasar Pos Duri, Tambora. Harganya Rp 5.000 sampai Rp 8.000 per kilogram atau Rp 1.000 per bungkus kecil. Menurut Darno, ia hanya meneruskan usaha ibunya. "Ibu sudah lima tahun jualan," kata dia.

Menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), penjual daging kedaluwarsa bisa dijerat dengan Pasal 21 huruf d UU No 7/1996 tentang Pangan. Ancaman hukumannya berupa denda Rp120 juta dan satu tahun penjara.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyatakan, menjual kembali sisa daging serta makanan bekas restoran dan hotel itu merupakan tindakan kriminal yang psikopat. Selain penadahnya, dia meminta polisi juga menangkap oknum di internal restoran dan hotel yang menjual sisa daging serta makanan tersebut. Asumsi lainnya, bisnis gelap seperti itu sebenarnya terjadi di mana-mana. Bahkan, diduga juga melibatkan restoran-restoran makan cepat saji made-in Amerika. Perbedaannya, yang dijual biasanya minyak bekas menggoreng ayam. Setelah dipakai oleh restoran cepat saji, minyak goreng bekas itu dijual oleh orang internal kepada pedagang-pedagang kaki lima. Dinilai, penjualan makanan sisa restoran atau hotel tersebut terjadi secara simbiosis mutualisme (saling menguntungkan). Restoran atau hotel berkepentingan menjual makanan bekas itu karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk pembuangan limbah.

Pengawasan Ditingkatkan


Sesungguhnya yang paling penting bukan seberapa berat hukuman bagi pelaku kejahatan tersebut. Tapi bagaimana mencegah praktik seperti itu sehingga menghindarkan masyarakat dari bahaya. Di sini diperlukan peran aktif dari instansi pemerintah dan lembaga terkait untuk melakukan pengawasan secara berkesinambungan agar praktik semacam itu bisa ditekan seminimal mungkin.

Selain itu, melihat keterbatasan aparat pemerintah dalam pengawasan, maka saringan terakhir dan terbaik adalah sikap waspada dan hati-hati dari masyarakat sendiri untuk melindungi diri dan keluarga dari bahan-bahan berbahaya tersebut. Tidak hanya pangan dan bahan pangan, tetapi juga kosmetik, mainan anak-anak, dan berbagai produk lainnya. Masyarakat dianjurkan untuk senantiasa memerhatikan tanggal kedaluwarsa, nomor pendaftaran, komposisi zat untuk bahan olahan, dan kondisi fisik bahan pangan sebelum membeli. Terutama ketika membeli produk bahan pangan, kosmetik, dan sebagainya di pengecer-pengecer besar. Karena banyaknya produk dan jenis produk yang dijual, dikhawatirkan bisa mengurangi tingkat ketelitian pengelola. Dengan demikian, konsumenlah benteng terakhirnya. (Rns)

Sumber: CBN

Komentar
Nama
Email
Komentar
 
 
List Komentar
Artikel

Ragam artikel yang dibuat dikutip ataupun di tulis ulang.
Title
Status
TVI Support System
Done
SocialTwist Service SocialTwist Tell-a-Friend

Update ke Facebook kamu, atau SocialCommunity lainnya
Kata Mutiara Hari ini

Kuasai seluruh hidupmu. Berpikirlah lebih cepat, lebih tepat dan lebih mampu merasakan sesuatu dibanding orang-orang di sekitar. Dalam analisa terakhir, keahlian mental lah yang memiliki peran penting dalam sebagian besar pekerjaan.

~Thomas Finley - Konsultan Manajemen ~.

Selangkapnya »
BCA CHART