Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Ditetapkan UNESCO Sebagai Warisan Dunia

Penulis:
Minggu , 20:13 WIB
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Ditetapkan UNESCO Sebagai Warisan Dunia
Bukit Barisan. Foto: http://era-wisata.blogspot.co.id

Bukit Barisan Selatan dinyatakan sebagai Cagar Alam Suaka Margasatwa pada tahun 1935 dan menjadi Taman Nasional di tahun 1982. UNESCO menjadikan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan ini sebagai salah satu warisan dunia.

Didirikannya Taman Nasional Bukit Barisan Selatan adalah untuk melindungi hutan hujan tropis pulau Sumatra beserta kekayaan alam hayati yang dimiliki didalamnya.

Mulanya ukuran taman sekitar 356.800 hektar, namun saat dihitung dengan menggunakan GIS kurang lebih menjadi 324.000 Hektar.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan lokasinya berada di ujung wilayah barat daya Sumatera. Hampir 70% dari luas taman nasional ini termasuk dalam administrasi wilayah Lampung Barat dan wilayah Tanggamus, dimana keduanya adalah bagian dari Provinsi Lampung. Bagian lainnya dari taman mencakup 74.822 hektar berada di wilayah Kaur provinsi Bengkulu.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan memiliki beberapa hutan dataran rendah di Sumatera yang terakhir kali dilindungi. Sangat kaya dalam hal keanekaragaman hayati dan merupakan tempat tinggal bagi tiga jenis mamalia besar yang paling terancam punah di dunia. Yaitu:

1. Gajah Sumatera (kurang dari 2000 ekor yang bertahan hidup saat ini)

2. Badak Sumatera (populasi global keseluruhan: 300 individu dan semakin berkurang drastis jumlahnya)

3. Harimau Sumatera (populasi global keseluruhan sekitar 400 individu)

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan masuk kedalam Global 200 Ecoregions, yaitu peringkat dari habitat darat, air tawar dan laut di muka bumi yang paling mencolok dari sudut pandang biologi yang dibuat oleh WWF.

Taman ini disorot sebagai daerah prioritas untuk pelestarian badak Sumatera melalui program "Asian Rhino and Elephant Action Strategy" (AREAS) dari WWF. Selain itu, IUCN, WCS dan WWF telah mengidentifikasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Unit Pelestarian Macan (Wikramanayake, dkk., 1997), yaitu daerah hutan yang paling penting untuk pelestarian harimau di dunia.

Terakhir, pada tahun 2002, UNESCO telah memilih daerah ini untuk diusulkan sebagai World Heritage Cluster Mountainous Area beserta Taman Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat.

Masih banyak masyarakat sekitar yang bermata pencarian sebagai penebang pohon liar, dan memburu hewan-hewan yang ada di taman Nasional ini. Mereka belum menyadari bahwa hewan yang mereka buru adalah hewan yang tidak adalagi di belahan dunia manapun.

Semoga pemerintah tak berhenti untuk terus mengupayakan tindakan-tindakan untuk menghindari kerusakan lingkungan yang ada di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Artikel Tag: taman nasional bukit barisan, cagar alam suaka margasatwa, lampung, sumatra, gajah, badak, harimau, lampung

     
151