Sejarah Seni Tari Jaipong di Indonesia

Penulis:
Senin , 01:02 WIB
Sejarah Seni Tari Jaipong di Indonesia
Tari Jaipong

Melalui proses yang kreatif, Tari Jaipong lahir di Karawang sekitar tahun 1976 oleh H.Suanda. Beberapa perpaduan dari tari jaipongan ini terdiri dari elemen seni tradisi seperti pencak silat, wayang golek, ketuk tilu, topeng banjet, dan lainnya.

Mulai tahun 1976, Tari Jaipong berkembang pesat di Karawang, dengan munculnya beberapa rekaman Tari Jaipong Suanda Group dengan alat musik sederhana yang terdiri dari Gendang, Kecrek, Ketuk, Rebab, Goong dan Sinden.

Tari Jaipong mulai diperbanyak secara swadaya di wilayah Karawang oleh H. Suanda dengan media kaset rekaman tanpa label atau yang disebut dengan indi label. Dan tak disangka ternyata Tari Jaipong ini mendapat sambutan hangat oleh masyarakat dan mendapatkan apresiasi, untuk kemudian masyarakat Karawang menjadikan Tari Jaipong ini sebagai hiburan dari waktu ke waktu.

Posisi Tari Jaipong pada saat itu menjadi seni pertunjukan hiburan alternatif dari seni tradisi yang sudah tumbuh dan berkembang lebih dulu di karawang seperti pencak silat, topeng banjet, ketuk tilu, tarling dan wayang golek. Keberadaan jaipong memberikan warna dan corak yang baru dan berbeda dalam bentuk pengemasannya, mulai dari penataan pada komposisi musikalnya hingga dalam bentuk komposisi tariannya.

Tari Jaipong ini dibawa ke kota Bandung oleh Gugum Gumbira sekitar tahun 1960-an dengan tujuan untuk mengembangkan tarian asal Karawang dikota Bandung yang menciptakan suatu jenis musik dan tarian pergaulan yang digali dari kekayaan seni tradisi rakyat Nusantara, khususnya Jawa Barat.

Meskipun termasuk seni tari kreasi yang relatif baru, jaipongan dikembangkan berdasarkan kesenian rakyat yang sudah berkembang sebelumnya, seperti Ketuk Tilu, Kliningan, serta Ronggeng. Perhatian Gumbira pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian menjadi inspirasi untuk mengembangkan kesenian jaipongan.

Artikel Tag: jaipong, karawang, h suanda

     
308
 
Budaya Lainnya