Wisata Bogor: Museum Etnobotani Indonesia

Penulis:
Jum'at , 10:59 WIB
Wisata Bogor: Museum Etnobotani Indonesia
Museum Etnobotani Indonesia

Etno berasal dari kata etnik atau etnis yang berarti suku bangsa. Sedangkan Botani berasal dari bahasa Yunani yang berarti "rerumputan". Dalam hal ini kata botani berarti ilmu yang mempelajari mengenai tumbuh-tumbuhan.

Museum Etnobotani merupakan tempat untuk menyimpan berbagai artefak atau peninggalan materi yang berasal dari alam (tumbuhan) dan perannya dalam kehidupan suku-suku bangsa asli (di Indonesia).

SEJARAH

Museum Etnobotani Indonesia digagas oleh Prof. Sarwono Prawirohardjo yang saat itu menjabat sebagai ketua LIPI, bertepatan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Herbarium Bogoriense pada tahun 1962. Tetapi gagasan tersebut baru mulai dipikirkan serta dimantapkan kembali ketika Dr.Setijati Sastrapradja memegang jabatan Direktur LBN pada tahun 1973. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya museum tersebut dapat terwujud dan diresmikan pada tanggal 18 Mei 1982 oleh Menristek Prof.Dr.Ing.B.J.Habibie. Tema Museum Etnobotani Indonesia 'Pemanfaatan Tumbuhan Indonesia'.

LATAR BELAKANG

Etnobotani adalah cabang ilmu tumbuh-tumbuhan yang mempelajari hubungan antara suku-suku asli suatu daerah dengan tumbuhan yang ada di sekitarnya. Istilah etnobotani pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli antropologi Amerika bernama Harsberger pada tahun 1895. Dari aspek botani, etnobotani dapat memberi bantuan dalam penentuan asal mula suatu tumbuhan, penyebarannya, penggalian potensi tumbuhan sebagai sumber kebutuhan hidup, makna dan arti tumbuhan dalam kebudayaan serta tanggapan masyarakat setempat terhadap suatu jenis tumbuhan.

Indonesia ditinjau dari segi iklim memiliki kisaran yang besar, sehingga memungkinkan tingginya keanekaragaman tumbuhan yang hidup di kawasan ini. Selain itu Indonesia juga dihuni oleh lebih dari 500 entri atau lema. Lema-lema itu sendiri bervariasi dalam kategori suku bangsa, subsuku bangsa, kelompok sosial yang khas, komunitas yang mendiami suatu pulau kecil dan sebagainya. Tiap lema ini memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, sesuatu dengan adat dan tatanan yang berlaku, antara lain dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya.

Pesatnya perkembangan teknologi modern memungkinkan mudahnya hubungan antar pulau di Indonesia, bahkan antar negara di dunia. Teknologi modern ini sering kali dapat mempengaruhi kehidupan dan kebudayaan suku-suku bangsa di Indonesia. Sebagai akibatnya pengetahuan tradisional tentang tetumbuhan mengalami erosi, sehingga dirasakan perlu untuk mempelajari dan mendokumentasikan yang masih tertinggal. Oleh karena itu didirikanlah Museum Etnobotani.

TUGAS DAN FUNGSI

- Memberikan informasi tentang berbagai bentuk pemanfaatan tumbuhan oleh suku bangsa di Indonesia.

- Melestarikan kekayaan flora dan budaya Indonesia yang sangat beragam.

- Mendorong daya kreativitas dan daya cipta tentang pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan.

- Memberikan informasi tentang lingkup kegiatan penelitian etnobotani.

Sumber: Brosur "Museum Etnobotani Indonesia" (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)

Alamat:

Museum Etnobotani Indonesia

Pusat Penelitian Biologi – LIPI

Jl. Ir.H.Juanda 22-24

Bogor 16122

Jawa Barat

Telp. 0251 – 322 035

Jam Kunjungan:

Senin-Kamis 08.00-16.00

Jumat 08.00-11.00 13.00-16.00

Sabtu-Jumat: dengan perjanjian

Navigasi Google Maps

Tiket:

Rp 2.000,00

Sumber: museumindonesia.com

Artikel Tag: etno botani, museum di bogor, bogor, jawa barat

     
180